Kamis, 06 Juni 2013

PENYAKIT TYPHUS ( TIFUS )

PENYEBAB TYPHUS

Penyakit tifus (Thypus Abdominalis) merupakan penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain
ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).
Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.
GEJALA-GEJALA TYPHUS

Gejala klinis pada anak-anak biasanya lebih ringan daripada orang dewasa. Masa tunas rata-rata 10-20 hari. Tetapi bisa hanya 4 hari, jika terinfeksinya melalui kuman yang ada di makanan. Selama masa inkubasi akan ditemukan gejala-gejala yang mungkin mirip dengan penyakit lain, seperti tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat. Gejala klinis yang ditemukan setelah masa inkubasi lewat adalah demam tinggi, biasanya malam lebih tinggi daripada siang, dan ini terjadi terus menerus, bisa sampai tiga mingguan. Selain panas tinggi, juga tercium bau mulut yang tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah. Juga ditemukan lidah ditutupi selaput putih. Perut sering kembung, dan konstipasi alias tidak buang air besar selama beberapa hari. Biasanya juga disertai gangguan kesadaran, bahkan penderita dapat kehilangan kesadaran bila penyakit ini tidak tertangani dengan baik.
Penyakit tifus yang tidak tertangani dengan baik, atau diketahui dalam keadaan sudah parah dapat menimpulkan komplikasi yang cukup berbahaya, baik di usus maupun di organ selain usus. Misalnya terjadi perdarahan usus, atau bahkan usus bisa berlubang. Sementara pada organ di luar usus dapat menimbulkan komplikasi pada sistem peredaran darah, gangguan paru, ginjal, hati, dan juga sistem kesadaran.

PENGOBATAN

Dengan antibiotik yang tepat, lebih dari 99% penderita dapat disembuhkan.
Antibiotik yang banyak digunakan adalah kloramfenikol. Kadang makanan diberikan melalui infus sampai penderita dapat mencerna makanan. Jika terjadi perforasi usus, diberikan antibiotik berspektrum luas (karena berbagai jenis bakteri akan masuk ke dalam rongga perut) dan mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengangkat bagian usus yang mengalami perforasi.

Obat-obat Typhus
     Kloramfenikol Untuk Tifus diberikan dosis 4 kali 500 mg sehari selama 2 – 3 minggu . Untuk anak diberikan dosis  50 – 100 mg / kg BB sehari dibagi dalam beberap dosis selama 10 hari.Tiamfenikol dengan dosis 50 mg / kg BB sehari pada minggu pertama , lalu diteruskan 1-2 minggu lagi dengan dosis separuhnya. Kotrimoksazol 2 dd 3 tablet setiap hari ( 1440 mg ) sampai bebas demam , kemudian 2 dd 2 tablet selama 7 hari. Amoxsisilin 6 dd 1 g selama 2 minggu

Farmakologi Obat
     Klormfenikol diserap dengan cepat . Kadar puncak dalam darah tercapai 2 jam . Untuk anak biasanya diberikan bentuk ester kloramfenikol palmitat atau stearat yang rasanya tidak pahit . Bentuk Ester ini akan mengalami  hidrolisis dalam usus dan membebaskan kloramfenikol.Masa penuh eliminasi pada orang dewasa kurang lebih 8 jam , Pada bayi berumur kurang dari 2 minggu sekitar 24 jam . Kira – kira 50 % kloramfenikol dalam darah terikat dengan albumin.Dengan demikian toksisitas obat – obat ini lebih tinggi bila diberikan bersama kloramfenikol .Amoksisilin bekerja lebih lambat, selama 5 – 6 hari, demam hilang dibandingkan rata – rata 3 hari dengan kloramfenikol. Kotrimoksazol mampu menghilangkan demam dalam 4 hari, setelah terapi, tinja tidak mengandung basil tifus, sehingga efektif juga untuk mengobati pembawa basil. Berhubung bahaya gangguan darah sebaiknya jangan digunakan selama 2 minggu.

PENANGANAN TYPHUS

  1. Jika kondisi pasien tidak berat, dan penyakitnya masih awal, yaitu sudah didiagnosis sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih bisa dirawat di rumah. Namun mesti diawasi jika mendadak suhu turun, nadi meninggi, dan perut mulas melilit. Sebenarnya tujuan utama dari istirahat total dimaksudkan untuk mencegah terjadinya komplikasi di usus.
  2. Makanan tak selalu harus lunak, asal jangan jenis yang merangsang (diet rendah serat dan tinggi kalori dan protein). Yang dimaksud dengan jenis yang merangsang disini adalah makanan pedas dan asam.
  3. Kesembuhan penderita penyakit ini dipengaruhi berbagai hal, di antaranya adalah umur, keadaan umum, tingkat kekebalan penderita, jumlah dan daya infeksi kuman yang masuk tubuh, serta cepat dan tepatnya pengobatan.



Read more: http://doktersehat.com/penyakit-tifus/#ixzz2VQKWL8uV